Teknologi Kecerdasan Buatan Dalam Sepak Bola

robertino



Teknologi kecerdasan buatan kini dapat dimanfaatkan untuk mencari bibit-bibit atlet sepak bola. Dengan knowledge yang diakumulasi …

atlet yang akan dipilih untuk masuk
pertandingan sepak bola dapat ditentukan
berdasarkan knowledge historis kecakapannya
di lapangan pelatih akan memilih
referensi Berdasarkan olahan knowledge
perangkat lunak asal Negeri kincir angin
Belanda teknologi kecerdasan buatan
dengan menggunakan alat ukur native
positioning atau LPM ini diklaim mampu
merekam dan menganalisis kemampuan
seorang atlet knowledge yang dihasilkan
berupa kalkulasi kemampuan teknis dari
rangkaian historis ketika atlet berlatih
dan berlaga Selain itu alat ini juga
dapat mengidentifikasi masalah yang
sedang dirasakan oleh pemain saat
bertanding di Belgia dan Belanda sendiri
alat ini telah dipercaya untuk merekam
seluruh data-data pemain sepak bola yang
akan principal ke Liga profesional
negara-negara Eropa belum ada kebetulan
di daerah space kita ini Asia ya belum
ada yang menggunakan benar-benar knowledge
untuk
pemain yang akhirnya
mencoba kalau memang bisa kita bisa
dengan Ketua PSSI yang baru Mungkin kita
bisa bisa mengenalkan ini memperkenalkan
alat ini supaya mungkin bisa memperbaiki
apa yang mereka kurang gitu sebenarnya
kan bisa knowledge kita nggak punya knowledge
intinya itu kita nggak punya knowledge
namun kehadiran teknologi ini disanggah
praktisi sepak bola tanah air menurut
mantan pelatih tim nasional futsal
Indonesia justinus laksana knowledge bukan
segala-galanya menurutnya kemampuan
seorang atlet sepak bola harus dilihat
juga dari latar belakangnya kecerdasan
intelektual disiplin dan psychological Selain
itu karena pesepakbola adalah atlet yang
bekerja dalam tim faktor nonteknis
misalnya berupa tiket pengendalian emosi
juga jadi pertimbangan pelatih faktor
teknis dan non teknis bisa digabung
untuk mencetak pemain hebat kalau
menjadi alat bantu bisa-bisa aja nggak
ada masalah toh intinya adalah pada saat
kita merekrut Seperti yang saya lakukan
dulu waktu saya masih jadi pelatih
timnas saya rekrut pemain saya melihat
saya harus menonton Saya menonton berapa
kali pertandingan baru saya ajak dia
bicara tujuan dia apa Maukah dia masuk
Timnas saya lihat backgroundnya seperti
apa
banyak faktor Ini akhirnya membuat saya
mengambil keputusan ini pemain saya
ambil atau tidak bukan dari beberapa gol
Dia cetak bukan dari beberapa pemain dia
lewatin bukan dari berapa berapa detik
dia melakukan dash 50 meter
karena kita bicara manusia yang bekerja
bukan robotic kalau dia bisa syuting di
kandang Apakah pada saat dia bermain di
Thailand atau Iran bisa melakukan hal
yang sama faktanya tidak
masalah apa Masalah psychological
disini menganggap alat bantu synthetic
pengolah knowledge kemampuan individu ibarat
topping sebuah es krim hanya pemanis
dari sebuah produk sepak bola Indonesia
menurutnya harus dibenahi pada pembinaan
sejak usia 6 sampai 17 tahun di seluruh
Indonesia dan fasilitas pendukungnya tim
liputan

Teknologi Kecerdasan Buatan Dalam Sepak Bola

2 thoughts on “Teknologi Kecerdasan Buatan Dalam Sepak Bola”

Leave a Comment