‘Orkestra’ Nusantara Yang Menggelegar Dunia

robertino



Melodinya bagai alunan dari surga. Ialah musik perkusi penghibur raja-raja. Melodinya misterius penuh warna. Kombinasi …

Melodinya bagai alunan dari surga. Ialah musik perkusi penghibur raja-raja. Melodinya misterius penuh warna. Kombinasi harmonis dari nada-nada yang berbeda. Alat musiknya berjejer dimainkan oleh belasan niyaga. Ialah gamelan. Orkestra dari Indonesia. Bagaimana awal kisahnya? Mitos bercerita bahwa Sang Hyang Guru lah penciptanya. Mula-mula, dewa dari semua dewa ini membuat gong untuk memanggil para dewa.

Lama-lama, pesan yang ia kirimkan bertambah banyak dan beragam rupanya. Menciptakan alat musik lainnya sehingga terciptalah gamelan. Memang tak ada yang tahu kebenarannya. Namun kisahnya abadi dalam ukiran di candi-candi. Ketika kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha menguasai Kepulauan Nusantara. Ukirannya berkisah tentang banyaknya pedagang hilir mudik. Memperkenalkan musik dari daerah asalnya,

Menjadikan gamelan yang kita kenal sebagai gabungan dari banyak budaya. Lalu, bagaimana kisahnya sekarang? Gamelan pernah berjaya sebagai bagian dari ritual agama. Serta iringan wayang dan tari hiburan para raja dan masyarakan nusantara. Namun, alunan melodinya kini mulai jarang terdengar. Malah dentingan gamelan itu muncul dari tetangga. Yang justru semakin sering memainkannya.

Mungkin ini bukan salah mereka. Mungkin kita kini hanya menganggapnya sebagai benda usang yang ada di museum saja. Tangan-tangan terampil penabuh perunggu cemerlang, kini mulai berkurang. Lantas, apakah gamelan perlahan akan hilang? Walaupun denyut iramanya melemah, nyatanya nada itu masih ada. Di banyak sekolah seni, anak-anak masih berlatih memainkannya.

Para musisi dan pemerintah pun terus mendorong gamelan agar sampai ke telinga dunia. Mungkin kita lupa, tapi orkestra ini pun telah berjaya di manca negara. Ia dikagumi oleh warga dunia sebagai sebuah kesenian yang tak ternilai harganya. Bahkan, alunan nadanya mengalir di udara. Jauh sampai ke luar angkasa.

Dunia barat memang punya orkestra klasiknya dengan biola, drum, dan trumpetnya. Memainkan maha karya dari Bach dan Mozart mungkin itu sudah biasa. Namun, bukan hanya mereka. Kita juga bisa membanggakan orkestra nusantara dengan gong, saron, dan kendang khas gamelan. Agar bisa memainkan karawitan maha karya nenek moyang kita, semegah orkestra dunia.

Bisa dibilang, gamelan adalah cerminan bangsa yang memang berasal dari budaya-budaya berbeda. Yang menunjukkan bahwa dari banyak latar belakang kita bisa bersatu menjadi harmoni yang indah. Menyebarkan damai dan kebahagiaan di negeri kita. Hingga jauh ke luar angkasa.

36 thoughts on “‘Orkestra’ Nusantara Yang Menggelegar Dunia”

  1. Gua bersyukur di desa masih ada wayang kulit depan rumah pula deket walapun cuma setahun sekali dlm rangka bersih desa atau sedekah bumi๐Ÿคฉ

    Reply
  2. Mungkin sebab orang Jawa mulai hilang membudayakan musik gamelan karena:
    1. tidak adanya alat musik (susah mencarinya, tak mampu beli/malas beli). Sehingga tak ada orangpun yang punya, sehingga buta gamelan dan hanya mendengarkannya lewat hp/laptop/radio/ lainnya
    2. Tidak adanya fasilitas alat musik/belajar musik gamelan di setiap desa(tidak adanya di balaidesa/sekolah).
    3. Pelajaran gamelan disekolah hanya diajarkan di sekolah tertentu, itu juga dibatasi anaknya belajar. karena keterbasan tersedianya alat musik.
    4. Keterbatasan/ketiadaan guru pembimbing music gamelan.
    5. Orang tua sudah buta gamelan duluan /malas mengajarkan kepada anaknya, sehingga mereka buta dengan budaya mereka sendiri.
    6. Terlanjur terlambat mengajarkan gamelan pada anak muda dan kedahuluan efek aplikasi smartphone.
    7. Orang tua/ orang lain hanya bisa mengeluh,kecewa dan mengolok anaknya/penerusnya sendiri karena tak bisa main gamelan(tanpa sadar) ๐Ÿ™ . Dan tak akan pernah mengajari anaknya. Parahnya mereka tak berbuat apa apa padahal budaya sudah tergerus didepan mata mereka.
    8. Karena penerus (anak muda) dibiarkan saja mereka semakin tertarik budaya luar dan semakin kurang ajar.
    ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Reply
  3. Budaya asli Indonesia sudah mulai digusur oleh kaum kadal gurun… mereka tidak bangga lagi akan budaya kita, tetapi mau menggusurnya dengan budaya dari timur tengah yg notabene bukan budaya kita…
    Boleh anut agamanya, namun budaya kita tetap dipertahankan dan dilestarikan.
    Kalau bukan kita, lantas siapa lagi? ๐Ÿ˜Š

    Reply

Leave a Comment