Soekarno, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia – Seri Tokoh Bangsa Eps. 4 (FINALE)

robertino



Lantang. Berani. Memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dialah… Soekarno. Atas jasa besarnya, ia lalu ditunjuk sebagai …

We the individuals of Indonesia hereby declare the independance of indonesia That is him, who else if not Sukarno Load, courageous proclaim indonesia’s independence for his nice kindness then he was appointed as the primary president of republic of Indonesia However, guess what what was his first order as the brand new president on the time?

Establishing a military? constructing colleges? not his first instruction ordered 50 sticks sate from roadside retailers and ate it by sitting within the gutter He’s, Soekarno the founding father of our nation let’s not neglect that he was nonetheless an peculiar man Identical to all of us when you hear his title

We will think about a gallant and dignified warrior however, when he was little one Soekarno was not a powerful determine his life was virtually past saving till his father modified his title from Kusno to Karno after which why, since then, Soekarno was like a rebirth being a vivid child and an overachiever

Rising up, feeding the good child to Bandung for learning civil engineering He graduated because the third bumiputera who was an engineer on the time however, the engineer fell much more in love with artwork and wonder He most popular to design the drawings into buildings His love of magnificence was additionally discovered

To the ladies who develop into her landlady Inggit Garnasih was her title they married then blaze the preliminary Journey of Soekarno as revolutionary warriors the following yr, soekarno stuffed up with struggles as the coed of Cokroaminoto Soekarno was acquainted with the activist world and the world writes in newspaper

His talent in mastering 11 languages, made him debate keeper who feels comfy speaking to the world He then based a celebration , promoted the power of the individuals till he was arrested for mutiny and despatched to jail many occasions dumped out in the midst of nowhere that pissed off

Sooner or later, He was virtually hopeless His spirit slowly dimmed if was not Inggit, Soekarno might need given up however no. with the spouse’s assist who was diligent of sending latter from households and companions of the wrestle the spirit was again burned within the stuffy jail cage

He wrote down his ideas in his protection speech. “Indonesia Menggugat” its title a speech that moved the spirit of Indonesian Set hearth to extra highly effective revolution of a thousand firearms belonging to a soldier armed to the tooth. so when individuals regarded for the primary image of the resistance,

Sang Putra Fajar got here as a reply Speaking about Soekarno there isn’t any ending. He was glorified Liberator even his determine was not unusual in hues. as the ability grows, He dreamed of himself as an important chief with a lifelong want of ruling the willpower compelled him to take a distinct path

Leaving associates even those he loves in the long run, that dream by no means occurred the nice chief left in silence. he lived a trial of resistance, a hero of freedom. He was the face of the home wall, and naturally our hearts thanks for watching “Kok Bisa”

Any extra questions? simply write down within the remark field under Translating project of PBI-UINAM

26 thoughts on “Soekarno, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia – Seri Tokoh Bangsa Eps. 4 (FINALE)”

  1. Nahhh itu dia, video terakhir Seri Tokoh Bangsa dari Kok Bisa bekerja sama dengan Tempo! Coba, coba, dari empat episode, yang mana nih yang paling kalian suka?

    Sampai jumpa di serial-serial tokoh bangsa dan serial lain selanjutnya! Btw, buat ke depannya, bikin seri apa lagi nih yang seru ya? Komen di bawah!

    Reply
  2. Keren nih channel "Ko Bisa?". Kontennya mengedukasi banget, mengingatkan kita tentang perjuangan pendahulu kita dalam mendirikan Indonesia. Yang suka dengan video mengedukasi bisa kepoin channel favku nihh, "Sisi Terang" dan "Inspiratips" 😍😍

    Reply
  3. ● Revolusi Nasional Indonesia adalah sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia yang baru lahir melawan Kerajaan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris.
    ● Rangkaian peristiwa ini terjadi mulai dari mendaratnya pasukan sekutu Inggris pertama kali di Jakarta pada 29 September 1945 yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Christinson setelah ditandatanganinya Civil Affairs Agreement.
    ● Konflik ini berlangsung selama 4 tahun hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Belanda pada 27 Desember 1949.
    ● [12] Meskipun demikian, gerakan revolusi itu sendiri telah dimulai pada tahun 1908, yang saat ini diperingati sebagai tahun dimulainya kebangkitan nasional Indonesia.
    ● Revolusi Nasional Indonesia
    Bagian dari Pasca Perang Dunia Kedua
    Indonesian National Revolution montage.
    ● jpg
    Searah jarum jam dari pojok kanan:
    Keadaan mobil milik Brigadir Mallaby yang terbakar, dimana ia dibunuh pada 30 Oktober 1945 saat Pertempuran Surabaya Dua tentara Indonesia berlari ke sebuah kampung di Bandung yang terdapat beberapa rumah terbakar Delegasi dari Indonesia dan Belanda kembali lagi ke Linggajati untuk mengadakan Perundingan Linggajati Padang setelah Agresi Militer Belanda II Soekarno dan Mohammad Hatta sebelum dibuang ke Berastagi, Sumatra Utara Ratu Juliana menandatangani penyerahan kedaulatan Indonesia di Ridderzaal
    Tanggal 29 September 1945 – 27 Desember 1949
    Lokasi Indonesia
    Hasil
    • Indonesia menang secara politik

    • Belanda menang secara militer

    • Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar

    • Terbentuknya Republik Indonesia Serikat
    Pihak terlibat
    Indonesia Republik Indonesia

    PDRI
    BKR/TKR/TRI/TNI
    Korps Brigade Mobil
    Relawan Tentara Kekaisaran Jepang[1][2]
    (sejak tahun 1945)

    Desertir Tentara India[3] (sejak tahun 1945)

    Didukung oleh:

    Uni Soviet[4] (secara diplomatis)

    Australia[5] (setelah tahun 1947)

    India[6] (setelah tahun 1947)

    Amerika Serikat[7](setelah tahun 1949)
    Belanda (sejak tahun 1946)

    Hindia Belanda
    KNIL
    NICA
    Dayak Besar
    Minahasa
    Kesultanan Pontianak
    Angkatan Perang Ratu Adil
    Republik Tiongkok Pao An Tui (保案队) (mengklaim netralitas)
    Britania Raya (hingga tahun 1946)

    Kemaharajaan Britania
    Kekaisaran Jepang (hingga tahun 1946)

    Konflik internal:
    Darul Islam

    Republik Soviet Indonesia
    Tokoh dan pemimpin
    Indonesia Soekarno
    Indonesia Mohammad Hatta
    Indonesia Soedirman
    Indonesia Oerip Soemohardjo
    Indonesia Soetan Sjahrir
    Indonesia Hamengkubuwana IX
    Indonesia Pakubuwana XII
    Indonesia A.
    ● H.
    ● Nasution
    Indonesia Sjafruddin Prawiranegara
    Indonesia Gatot Subroto
    Indonesia Bambang Soegeng
    Indonesia Soetomo
    Indonesia Moehammad Jasin
    Indonesia Soeharto
    Indonesia Amir Sjarifuddin
    Indonesia Tan Malaka
    Indonesia Sultan Hamid II
    Indonesia Agustinus Adisoetjipto †
    Indonesia R.
    ● E.
    ● Martadinata
    Belanda Wilhelmina (hingga tahun 1948)
    Belanda Juliana (sejak tahun 1948)
    Belanda Hubertus van Mook
    Belanda Simon Spoor
    Belanda Willem Franken
    Britania Raya Louis Mountbatten
    Britania Raya Philip Christison
    Britania Raya Brigadir Mallaby †
    Belanda Raymond Westerling
    Indonesia Tjokorda Gde Raka Soekawati
    Indonesia Sultan Hamid II
    BelandaRepublik Tiongkok Loa Sek Hie
    Belanda A.
    ● K.
    ● Widjojoatmodjo
    Belanda Julius Tahija

    Sekarmadji Kartosoewirjo Dihukum mati
    Abdul Kahar Muzakkar †

    Musso †
    Amir Sjarifuddin Dihukum mati
    Kekuatan
    BKR/TKR/TRI/TNI:
    150.
    ● 000
    Laskar rakyat:
    diperkirakan 60,000
    Relawan Muda: 100,000
    Relawan Jepang: 903
    Desertir India: 600
    Belanda:
    135,000[8]
    Inggris:
    45,000[9]
    Jepang:
    35,000
    Korban
    97,421 rakyat sipil dan pejuang Indonesia tewas[10]
    531 Relawan Jepang tewas
    525 Desertir India tewas
    1,200 tentara Inggris tewas[11]
    1,057 tentara Jepang tewas
    2,506 tentara Kerajaan Belanda tewas
    1,808 tentara KNIL tewas
    256 Brigade Marinir Belanda tewas
    Total: 4,585 tentara Belanda tewas[8]
    Selama sekitar empat tahun, beberapa peristiwa berdarah terjadi secara sporadis.
    ● Selain itu, terdapat pula pertikaian politik serta dua intervensi internasional.
    ● Dalam peristiwa ini, pasukan Belanda hanya mampu menguasai kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatra, tetapi gagal mengambil alih kendali di desa dan daerah pinggiran.
    ● Karena sengitnya perlawanan bersenjata serta perjuangan diplomatik, Belanda berhasil dibuat tertekan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
    ● [13]

    Revolusi ini berujung pada berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan mengakibatkan perubahan struktur sosial di Indonesia; kekuasaan raja-raja mulai dikurangi atau dihilangkan.
    ● Peristiwa ini dikenal dengan "revolusi sosial", yang terjadi di beberapa bagian di pulau Sumatra.

    Reply
  4. aku yakin diakhir hayatnya pak sukarno sangat menyesali perbuatan dan keputusan-keputusan bertentangan yang pernah dia buat. Menganggap kekuasaan adalah selamanya dan berlebihan dalam berambisi sampai harus rela ditinggalkan oleh orang-orang yang sebenarnya mencintai dia itu adalah sakit yang sesungguhnya.
    Tidak selamanya bintang akan bersinar, terkadang terang dan meredup bahkan dapat melebur hingga hanya tersisa cerita 🙂

    Reply
  5. Kesalahan Soekarno semasa pemerintahan adalah ;
    ~ tidak mengindahkan nasehat orang-orang terdekatnya yang sudah sama" Berjuang (spt Bung Hatta, Tan Malaka)
    ~ memberi tempat bagi pemahaman komunis

    Reply
  6. Taukah yang dimaksd inti perintah bapak bangsa yang pertama ini ? Bahwa makanlah bagian yang halal yaitu ayam, jangan makan babi nanti tidak diridhoi oleh allah swt tuhan yang maha esa jika memulai perjuanganya. Bapa bangsa memberi motivasinya sangat sederhana tapi tdk sembarangan dalamnya.

    Reply
  7. saya berharap agar video-video kobi bisa masuk ke dalam materi pengajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan bisa masuk ke program tv nasional. karena video-video kobi sangat menginspirasi dan memberikan pengetahuan, termasuk buat saya yg sudah berumur 30an ini sangat suka menonton video dari kobi..

    Reply

Leave a Comment