Lima Startup Lokal di bidang Pertanian yang perlu kamu ketahui

Media : Redaksi Bicaratekno, Tanggal : 06/08/2020, Tampil : 60

Sumber gambar : crowde

1. Sayurbox

Sayurbox adalah sebuah platform online yang yang menyediakan bahan segar dan produk sehat berkualitas langsung dari petani dan produsen lokal Indonesia. Sayurbox bisa dikatakan menghubungkan petani dengan masyarakat.  Startup ini didirikan oleh Amanda Susanti ( CEO Sayurbox), Rama Notowidigdo, dan Metha Trisnawati. Diluncurkan pada Bulan Juli 2016, Platform ini menghadirkan teknologi digital berbasis aplikasi mobile dan website

Sebagai platform digital yang tidak hanya memfasilitasi konsumen untuk dapat mengakses bahan segar dan produk berkualitas secara langsung dari petani dan produsen lokal namun juga dapat memotong dan memangkas mata rantai yang sangat panjang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan produsen lokal.

Sayurbox telah menggandeng petani dan produsen lokal yang berasal dari Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok, Sukabumi dan Bandung. Sampai saat ini, Sayurbox telah melayani lebih dari 8 ribu konsumen di area Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok, dan jumlah ini terus bertumbuh setiap bulannya. Selain itu, juga menawarkan 300 jenis sayuran dan buah-buahan dan sudah memiliki 50 mitra petani yang bergabung dengan Sayurbox.

website : Sayurbox

 

2. Tanihub

Perushaan Startup yang menyediakan platform teknologi pertanian terintegrasi degan e-commerce, platform pendanaan dan infrastruktur rantai pasokan. Startup bertujuan untuk mendukung petani dengan menyelesaikan tiga masalah terbesar melalui teknologi, akses ke pasar, akses ke modal dan akses ke persediaan.

Tani Group ( TaniHub & TaniFund ) telah kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk mendukung pertanian Indonesia. Dengan kerja sama ini, TaniGroup akan mendapatkan bantuan teknis guna memperluas layanan e-commerce dan FinTech (teknologi finansial) di bidang agrikultur.

Startup pertanian ini, hadir pada tahun 2016 berawal dari sebuah mimpi untuk menyejahterakan para petani kecil. TaniHub meniliki beberapa  entitasnya dalam nya antara lain TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply hingga hari ini terus berusaha mewujudkan ekosistem pertanian yang lebih baik.

website : tanihub


3. iGrow

iGrow adalah sebuah platform yang menghubungkan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli produk pertanian untuk bersama-sama menciptakan penanaman.  Igrow memberikan kesempatan kepada kamu semua yang ingin berinvestasi di ranah agrikultur untuk menginvestasikan uang kalian tanpa harus memiliki lahan.

IGrow juga dapat dikatakan sebagai solusi untuk masyarakat urban yang peduli dengan lingkungan dan kesejahteraan para petani dengan menciptakan model pertanian baru yang scalable dan efisien. Rata-rata bagi hasil dr investasi ini anatar 12-18% . iGrow telah mebukukan total outstanding 121.3 Miliyar rupiah dengan tingkat keberhasilan 96.58%

Startup ini didirikan oleh Muhaimin Iqbal yang juga merupakan owner geraidinar.com dan Andreas Sanjaya sebagi CEO iGrow. Yang kami ketahui iGrow telah mendapatkan pendanaan dari 500 Startups dan Tiantu Capital.

mau berivestasi ?  kunjungi igrow.asia

 

4. Crowde

Crowde merupakan platform permodalan pada bidang pertanian dan komoditasnya.  Startup ini membantu petani mendapatkan modal. karena  banyak  petani rumah tangga yang aktif di Indonesia tidak memenuhi persyaratan permodalan bank.  Sebuah tanaman akan langsung ditanam begitu target pendanaan yang diharapkan di platform Crowde tercapai. Dengan kamu berinvestasi di Crowde, kamu bisa mendapatkan keuntungan sekitar 30 persen dari hasil penjualan tanaman yang berhasil dipanen.

Saat ini jumlah pemodal yang terdaftar di crowde sampai tulisan ini dibuat  mencapai 61.833 Orang dengan jumlah Petani dalam komunitas sebanyak 18.000 Orang . Adapun total pinjaman yang diberikan ke petani saat ini mencapai Rp125.59 Miliar.

Website : Crowde.co



5. Habibi Garden

Habibi Garden merupakan startup menggunakan internet of things (IoT) yang bisa memberikan data real-time tentang kondisi tanah di sebuah lahan pertanian dan perkebunan. Informasi yang berikan , dapat membantu pemberian nutrisi bisa menjadi lebih efektif.

Pada akhir Oktober 2016 yang lalu, Habibi Garden berhasil terpilih sebagai finalis kompetisi The NextDev 2016, serta masuk ke program inkubator milik Telkom, yaitu Indigo. Habibi Garden pun tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang memungkinkan kamu untuk melihat perkembangan tanaman dari smartphone.

website : Habibigarden

 

 


Bagikan :



Populer
Perbedaan antara Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Olx, Kaskus, Yukbisnis ?

Cara membuat aplikasi Android untuk toko online

iGrow, Solusi berkebun tanpa harus memiliki kebun

Daftar Aplikasi Smartphone Untuk Menghindari Macet


Sosmed


Tentang

BicaraTekno merupakan portal yang membagikan seputar teknologi informasi dari berbagai situs-situs teknologi.

2015, BicaraTekno© by BicaraTekno